MLM? enggak ahhh....



Cerita sambil ngopi ...

Tadi ketemu orang, dia nanya, "Bisnis apa mbak??
Saya jawab, "Bisnis MLM."
Trus dia bilang, "oh bisnis yang nyari-nyari orang itu ya. Aku gak suka."
"Iya. Betul mba, Bisnis nyari-nyari orang." Trus saya tanya balik, "Mba Usaha apa?"
Dia jawab, "Aku usaha jualan baju keliling mbak"
"Oh jualan yang nyari-nyari orang itu ya."
Kemudian dia senyum-senyum malu.

Setahu saya, namanya bisnis itu ya nyari orang, masa nyari-nyari kenangan mantan. Kalau gak nyari orang, trus siapa yang mau beli produk kita.

Banyak orang yang salah paham sama bisnis MLM karena dipikirnya hanya iming-iming impian muluk-muluk, tapi mereka tidak tahu bahwa bisnis MLM itu membangun jaringan pemasaran produk secara berkelompok dan massal. Setiap kelompok ini menciptakan omset yang terdiri dari pemakai produk, penjualan dan perekrut. Kalau saja orang mau terbuka dan mempelajari dengan seksama industri MLM di Indonesia dan dunia, ada jutaan hingga milyaran produk terjual di sebuah jaringan bisnis MLM.

Saya punya teman yang omset penjualan produk di jaringannya bisa sampai 1 milyar sebulan. Bayangkan kalau dia sendirian harus jualan produk senilai 1M, bisa-bisa sebulan dia diopname dengan infusan segede akua galon. Tapi dengan jaringan penjualan massal yang sering disebut MLM, omset 1M bisa dikejar beramai-ramai. Kalau dia dapat persentase 4% saja dari penjualan produk itu, berapa keuntungan yang dia dapat, 1.000.000.000 x 4% = 40.000.000,-

Coba bayangkan kalau mba yang jualan baju tadi bangun jaringan 2.000 orang penjual baju. Masing-masing penjual baju memiliki keuntungan 5.000.000 sebulan. Dia dapat persentase keuntungan cuma 4% aja dari 5.000.000. Itu berarti 2.000 x 5.000.000 x 4% = 400.000.000/bln

Kenapa mba penjual baju tadi tidak punya banyak jaringan penjual baju, karena untuk membuat 1 gerobak baju keliling saja butuh modal yang besar, apalagi membuat ribuan. Belum lagi harus rekrut dan ngajak-ngajak orang untuk kerjasama adalah sebuah hal yang sulit.

Bagi orang yang sedang menggeluti bisnis online, pasti mereka menyadari bahwa berjualan sendirian tidak bisa memperbesar omset. Itulah kenapa para pebisnis online berlomba-lomba untuk mencari reseller dan dropshipper sebanyak-banyaknya. Karena semakin banyak reseller dan dropshipper, maka semakin besar juga omset yang mereka dapatkan. Jika omset besar, maka keuntungan yang diraih pun besar. Kalau dicermati secara dalam, ya mereka sama saja seperti MLM, nyari-nyari orang untuk jadi reseller dan dropshipper. Hanya mungkin bedanya mereka terkesan lebih keren. :)

Di MLM kenapa bisa tercipta jaringan penjual dan pemakai produk hingga ribuan bahkan jutaan orang, karena modalnya kecil. Jauh lebih murah dari buat gerobak baju apalagi buka toko. Modalnya paling hanya ratusan ribu. Sisanya hanya belanja produk. Kalau produknya dipakai, badan bisa sehat. Kalau produk dijual kita bisa dapat untung.

Terjun ke industri MLM itu ngeri-ngeri sedap, ngeri karena bakal sering ditolak sama dicibir teman-teman dekat, tapi sedapnya kalau sudah punya jaringan besar di mana-mana seperti leader" kami  yang punya jaringan baik online atau offline punya kebebasan waktu karena gak perlu ngantor lagi, gak perlu lembur dan stres mikirin kerjaan atau pusing mikirin omset toko turun. Selain itu bisnis MLM bisa menghasilkan omset ratusan juta, Bahkan miliaran penghasilan tak terhingga, bisa keluar negeri juga keluar kota  membangun jaringan, bahkan bisa keluar negeri gratisan,

Intinya MLM itu bukan jualan mimpi, tapi jualan produk. Inget ya, jualan PRODUK....! MLM itu bisnis membangun jaringan pemakai dan penjual produk. MLM itu bukan Money Game yang nyetor uang tapi gak ada produknya, habis itu perusahaannya bubar, dan pemiliknya dibui, membernya hilang uang ratusan juta. Jadi hati-hati sama iming-iming perusahaan money game.

Gak semua orang cocok sama MLM. Orang yang cocok dengan MLM adalah orang yang suka dengan kebebasan, orang yang mandiri, orang yang mau menggali potensi diri, orang yang gak suka d

Tidak ada komentar:

Posting Komentar